“Kisah shahabat Ali-Pintunya Ilmu-”
Assalamualaikum wr.wb.
Kisah ini saya tulis atas pengalaman saya mengaji di pesantren saat bulan Ramadhan tahun 2017. Seperti halnya pesantren-pesantren yang lain, pesantren itu juga mengadakan ngaji pasaran di Bulan Ramadhan. Nah, dari ngaji pasaran itu terdapat beberapa kitab yang dikaji seperti Kitab Kasyifatussajah syarah Safinatunnajah (Bidang Fiqih), Kitab Nurudhdholam (bidang Tauhid), Kitab Uqudullijain (tetntang Kehidupan rumah Tangga), Kitab Ushfuriyah (tentang Cerita berdasarkan hadits), dan Kitab Qomi’uttughyan (tentang aqidah dan keyakinan).
Kisah ini saya tulis atas pengalaman saya mengaji di pesantren saat bulan Ramadhan tahun 2017. Seperti halnya pesantren-pesantren yang lain, pesantren itu juga mengadakan ngaji pasaran di Bulan Ramadhan. Nah, dari ngaji pasaran itu terdapat beberapa kitab yang dikaji seperti Kitab Kasyifatussajah syarah Safinatunnajah (Bidang Fiqih), Kitab Nurudhdholam (bidang Tauhid), Kitab Uqudullijain (tetntang Kehidupan rumah Tangga), Kitab Ushfuriyah (tentang Cerita berdasarkan hadits), dan Kitab Qomi’uttughyan (tentang aqidah dan keyakinan).
Dari
kitab-kitab itulah saya mendapat cerita tentang “Kisah shahabat Ali-Pintunya Ilmu-”
versi Kitab Ushfuriyah-karya Syaikh Muhammad bin Abi Bakar Al-Masyhuri.
Penasaran? Silakan lanjutkan
membaca. Jangan lupa baca Basmallah sebelum membaca dan Hamdallah setelah selesai membaca ya. Happy
Read...........
Nabi Muhammad Saw. bersabda “Aku adalah kotanya ilmu dan Ali
adalah pintunya ilmu”. Tatkala hadits tersebut sampai di telinga kaum
Khawarij, merekapun dengki. Maka berkumpulah sepuluh orang pemuka dari golongan
khawarij itu. Rupanya mereka hendak menantang sayyidina Ali r.a. apakah sesuai
dengan yang disabdakan Rasulullah Saw.
Datanglah mereka satu per satu
secara bergilir dengan mengajukan pertanyaan yang sama, “wahai Ali, menurutmu
lebih utama yang mana, ilmu atau harta?”. Mendengar pertanyaan itu, sayyidina
Alipun menjawab “ilmu itu lebih utama daripada harta”. Kemudian mereka (sepuluh
orang pemuka golongan khawarij) masing-masing belum puas dan meminta alasan
dari sayyidina Ali . Beliaupun memberikan alasan untuk masing-masing dari
pemuka kaum khawarij itu. Berikut ini alasan yang beliau tuturkan :
1.
Kepada orang pertama, “ ilmu itu warisannya para nabi, sedangkan
harta itu warisannya Qarun, Syadad, Firaun dan lainnya yang serupa”. Kemudian
orang ini puas dan berlalu dengan alasan tersebut.
2.
Kepada orang kedua, “ilmu itu akan menjagamu, sedangkan kamu yang
menjaga harta”. Kemudian orang ini puas dan berlalu dengan alasan tersebut.
3.
Kepada orang ketiga, “orang yang memiliki harta itu banyak musuh,
namun orang yang berilmu memiliki teman yang banyak”. Kemudian orang ini puas
dan berlalu dengan alasan tersebut.
4.
Kepada orang keempat, “harta jika ditasarufkan akan
berkurang, namun jika ilmu yang ditasarufkan akan semakin bertambah”. Kemudian
orang ini puas dan berlalu dengan alasan tersebut.
5.
Kepada orang kelima, “orang yang punya harta itu dikenal sebagai
orang yang bakhil dan cinta dunia, namun orang yang berilmu dikenal
sebagai orang yang agung dan mulia”. Kemudian orang ini puas dan berlalu dengan
alasan tersebut.
6.
Kepada orang keenam, “harta itu ada yang mencuri, tetapi ilmu tidak
akan dicuri”. Kemudian orang ini puas dan berlalu dengan alasan tersebut.
7.
Kepada orang ketujuh, “orang yang punya harta akan dihisab
pada hari kiamat, namun orang yang punya ilmu akan disyafaati di hari
kiamat”. Kemudian orang ini puas dan berlalu dengan alasan tersebut.
8.
Kepada orang kedelapan, “harta itu akan rusak termakan waktu, namun
ilmu tidak akan pernah rusak karenanya”.Kemudian orang ini puas dan berlalu
dengan alasan tersebut.
9.
Kepada orang kesembilan,”harta itu membuat pemiliknya berhati
keras, namun ilmu memberi cahaya pada hati”. Kemudian orang ini puas dan
berlalu dengan alasan tersebut.
10.
Kepada orang kesepuluh, “orang yang memiliki harta memiliki sifat
ketuhan-tuhanan (maksudnya ingin menguasai segala), namun orang yang punya ilmu
memiliki sifat menghamba”.Kemudian orang ini puas dan berlalu dengan alasan
tersebut.
Tatkala orang
yang terakhir kembali berkumpul bersama kesembilan orang lainnya, mereka saling
mengutarakan jawaban yang mereka dapat.
Merekapun
sepakat untuk menemui sayyidina Ali bersama-sama. Akhirnya sepuluh pemuka
golongan Kaum Khawarij itu pun masuk Islam semuanya karena kagum atas
kepandaian Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.
Wassalamualaikum.....
(Sumber : kitab Ushfuriyah-karya Syaikh Muhammad bin Abi Bakar
Al-Masyhuri)

0 komentar:
Post a Comment
Gunakan bahasa yang mudah dipahami. Dilarang mengirim link dalam bentuk apapun