
Assalamualaikum wr.wb.
Kisah
ini saya tulis atas pengalaman saya mengaji di pesantren saat bulan Ramadhan
tahun 2017. Seperti halnya pesantren-pesantren yang lain, pesantrenku juga
mengadakan ngaji pasaran di Bulan Ramadhan. Nah, dari ngaji pasaran itu
terdapat beberapa kitab yang dikaji seperti Kitab Kasyifatussajah syarah
Safinatunnajah (Bidang Fiqih), Kitab Nurudhdholam (bidang Tauhid),
Kitab Uqudullijain (tetntang Kehidupan rumah Tangga), Kitab Ushfuriyah
(tentang Cerita berdasarkan hadits), dan Kitab Qomi’uttughyan (tentang
aqidah dan keyakinan).
Dari
kitab-kitab itulah saya mendapat cerita tentang “Istri yang Selalu Membaca
Basmallah” versi Kitab Uqudullijain (bagian muqaddimah-pembukaan-).
Penasaran? Silakan lanjutkan
membaca. Jangan lupa baca Basmallah sebelum membaca dan Hamdallah setelah
selesai membaca. Happy Read...........
Wahukiya
(dikisahkan) seorang wanita yang tinggal bersama suaminya yang munafik. Namun
wanita itu mempunyai kebiasaan yang baik, dalam kesehariannya selalu diawali
dengan membaca basmallah, adapun suaminya tak menyukai dengan apa yang
istrinya lakukan. Namun wanita itu tetap bersabar dan mempertahankan
kebiasaannya.
Suatu ketika, sang suami mencoba membuat malu istrinya supaya
berhenti dari kebiasaannya. Dipanggillah istrinya dan ia pun mendekat.
“wahai
istriku tercinta, terimalah bungkusan ini, simpanlah untuk diriku. Suatu saat
aku akan memintanya kembali.” Perintahnya kepada istrinya.
“Baiklah.
Aku akan menyimpan untukmu wahai suamiku.” Jawab sang istri dengan penuh
keyakinan.
Sang istri bergegas untuk menyimpan
bungkusan pemberian suaminya ke suatu tempat.
“bismillahirrahmanirrahim.”
Lafal yang diucapkan sang istri tatkala menyimpannya.
Diam-diam
suaminya mengamatinya sehingga setelah istrinya meninggalkan tempat
penyimpanan, ia bergegas menyambar bungkusan yang baru saja disimpan istrinya.
Tak lama kemudian ia segera membuangnya ke sumur dan berlalu.
Bebrapa hari kemudian sang suami
melancarkan rencana tahap akhir yaitu meminta bungkusan itu kembali.
“Bismillahirrahmanirrahim.........”sang
istri mengucap tatkala menjalankan perintah suaminya.
Seketika itu Allah Swt.
memerintahkan kepada malaikat Jibril untuk mengambil bungkusan yang telah
dibuang. Secepat kilat Jibril mengangkat bungkusan itu dan mengembalikan ke
tempat semula sebelum sang istri membuka tempat penyimpanan. Dibukalah tempat
penyimpanan, dengan bungkusan yang masih utuh, kering, dan tidak rusak.
Sontak
suaminya terkejut.
“Ini
bungkusan yang engkau titipkan kepadaku wahai suamiku, terimalah”. Kata sang
istri seraya memberikannya kepada suaminya.
Akhirnya sang suami mengakui
kesalahannya dan ia menyatakan taubat dari kemunafikannya.
Subhanallah......
Wassalamualaikum.....
(Sumber :
Kitab Uqudullijain (bagian Muqaddimah)-Syaikh Muhammad bin Umar Nawawi-ala
risalati fi dzalik liba’dinnashihin.)
0 komentar:
Post a Comment
Gunakan bahasa yang mudah dipahami. Dilarang mengirim link dalam bentuk apapun