Assalamualaikum wr.wb. Kisah ini saya tulis atas pengalaman saya mengaji di pesantren saat bulan Ramadhan tahun 2017. Seperti halnya pesantren-pesantren yang lain, pesantren itu juga mengadakan ngaji pasaran di Bulan Ramadhan. Nah, dari ngaji pasaran itu terdapat beberapa kitab yang dikaji seperti Kitab Kasyifatussajah syarah Safinatunnajah (Bidang Fiqih), Kitab Nurudhdholam (bidang Tauhid), Kitab Uqudullijain (tetntang Kehidupan rumah Tangga), Kitab Ushfuriyah (tentang Cerita berdasarkan hadits), dan Kitab Qomi’uttughyan (tentang aqidah dan keyakinan).
Dari
kitab-kitab itulah saya mendapat cerita tentang “Raja Dholim Menentang Islam”
versi Kitab Ushfuriyah-karya Syaikh
Muhammad bin Abi Bakar Al-Masyhuri.
Penasaran?
Silakan lanjutkan membaca. Jangan lupa baca Basmallah sebelum membaca
dan Hamdallah setelah selesai
membaca ya. Happy Read...........
Dikisahkan dari Abu Bakar bin Abdullah Al-Muzani-rohimahullahu
alaihi-, dia berkata : “ketika itu,
dahulu ada seorang raja yang memimpin kaum muslimin. Namun dirirnya
enggan untuk beriman dan tetap pada agama pagannya (penyembah berhala). Kaumnya
sepakat untuk menangkap dirinya (dalam kitab lain diterangkan bahwa, sang raja
merupakan pemimpin yang kejam. Dirinya tak luput dari mendholimi kaumnya yang
muslim. Sehingga kaumnya sepakat untuk menangkapnya).
Penangkapannya
berujung pada pemberian hukuman atas kedholimannya. Sang raja dimasukkan ke
dalam sebuah kuali (panci/kendil-dalam bahasa Jawa-) berukuran besar
dimana dibawahnya tertata setumpuk kayu siap dibakar, rupanya hendak direbus.
Kualipun
ditutup. Dinyalakanlah api atas kayu-kayu bakar tadi. Ia terkejut atas apa yang
ia rasakan di dalam sana, kian lama kian panas.
“ wahai Latta, selamatkan
diriku. Wahai Habil (Hubal), wahai Uzza”. Teriakannya meminta pertolongan
kepada berhala-berhala.
“wahai Habil (Hubal), dalam
beberapa tahun ini aku selalu mengusap kepalamu, serta melayanimu (merawatmu),
maka tolonglah diriku......!”.teriakannya kembali pada salah satu nama berhala.
Namun teriakannya justru menambah panasnya api. Ia pun putus asa
dengan tuhan-tuhannya. Sehingga menjadikan dirinya bertaubat atas kesalahannya.
“La ilaha illallah
muhammadurrasulullah-tiada tuhan yang patut disembah melainkan Allah, dan
Muhammad adalah utusan-Nya”. Kalimat yang terhembus dikala keputusasaannya.
Seketika itu,
Allah Swt. memerintahkan malaikat Jibril untuk menurunkan hujan. Hujanpun turun
memadamkan api. Sang raja mulai merasakan panas yang kian menurun, sehingga
dirinya mengulangi kalimat tadi berkali-kali, maka Allah ta’ala selanjutnya
memerintahkan angin. Berhembuslah angin kencang membawa serta kuali ke udara
dan berputar-putar disana, sehingga mengantarkannya ke suatu daerah yang belum
tersentuh cahaya Islam.
Penduduk daerah
itu penasaran, kemudian mulai mendekati kuali itu. Dibukalah kuali itu sampai-sampai
mereka terkejut atas kehadiran seseorang di dalam kuali itu.
Sang raja
akhirnya dikeluarkan, selanjutnya ditanyai oleh penduduk daerah itu mengapa
bisa berada di dalam kuali. Sang raja pun menceritakan semua kejadian dari
sebelumnya sebagai raja yang dholim sampai mengapa dirinya direbus tapi masih
selamat atas izin Allah.
Para penduduk
pun kagum dengan kejadian yang dialaminya sehingga mereka semua beriman dan
Islamlah semuanya.”
Wassalamualaikum.....
(Sumber : kitab Ushfuriyah-karya Syaikh Muhammad bin Abi
Bakar Al-Masyhuri)
0 komentar:
Post a Comment
Gunakan bahasa yang mudah dipahami. Dilarang mengirim link dalam bentuk apapun