Assalamualaikum wr.wb.
Kisah ini saya tulis atas pengalaman saya mengaji di pesantren saat bulan Ramadhan tahun 2017. Seperti halnya pesantren-pesantren yang lain, pesantren itu juga mengadakan ngaji pasaran di Bulan Ramadhan. Nah, dari ngaji pasaran itu terdapat beberapa kitab yang dikaji seperti Kitab Kasyifatussajah syarah Safinatunnajah (Bidang Fiqih), Kitab Nurudhdholam (bidang Tauhid), Kitab Uqudullijain (tetntang Kehidupan rumah Tangga), Kitab Ushfuriyah (tentang Cerita berdasarkan hadits), dan Kitab Qomi’uttughyan (tentang aqidah dan keyakinan).
Kisah ini saya tulis atas pengalaman saya mengaji di pesantren saat bulan Ramadhan tahun 2017. Seperti halnya pesantren-pesantren yang lain, pesantren itu juga mengadakan ngaji pasaran di Bulan Ramadhan. Nah, dari ngaji pasaran itu terdapat beberapa kitab yang dikaji seperti Kitab Kasyifatussajah syarah Safinatunnajah (Bidang Fiqih), Kitab Nurudhdholam (bidang Tauhid), Kitab Uqudullijain (tetntang Kehidupan rumah Tangga), Kitab Ushfuriyah (tentang Cerita berdasarkan hadits), dan Kitab Qomi’uttughyan (tentang aqidah dan keyakinan).
Dari
kitab-kitab itulah saya mendapat cerita tentang “Taubatnya Ibrahim bin Ad
Ham-rohimahullahu alaih-“
versi
Kitab Ushfuriyah-karya Syaikh Muhammad
bin Abi Bakar Al-Masyhuri.
Penasaran?
Silakan lanjutkan membaca. Jangan lupa baca Basmallah sebelum membaca
dan Hamdallah setelah selesai
membaca ya. Happy Read...........
Suatu hari turunlah Ibrahim bin Ad Ham dari kudanya. Rupanya ia
hendak istirahat dari perjalanan berburunya. Ia mengeluarkan bungkusan roti
yang ia bawa dan membiarkannya terbuka sehingga dirinya bisa leluasa mengambil
roti di dalamnya.
Tak beberapa lama tiba-tiba seekor burung gagak mendekati bungkusan
rotinya. Diambillah sepotong roti oleh burung gagak lalu dibawanya terbang.
Ibrahim penasaran dengan gerangan kemana roti itu akan dibawanya. Dia
memutuskan untuk menaiki kudanya guna menyelidiki arah tujuan burung itu.
Burung gagak itu terbang naik ke gunung dan berhenti di suatu
tempat, sementara Ibrahim juga mengikutinya naik ke gunung dan berhenti pada
posisi yang agak jauh dari daerah lokasi burung gagak.
Dari arah Ibrahim, terlihat burung gagak mendekati seseorang yang
terbaring. Tak beberapa lama kemudian terbang meninggalkan orang itu. Ibrahim
merasa penasaran dengan seseorang yang baru saja ditinggalkan oleh burung gagak.
Ia memeutuskan untuk mendekat. Betapa terkejutnya ia melihat orang itu dalam
keadaan terikat dan tertidur miring.
Ibrahim turun dari kudanya dan melepaskan ikatan tali orang itu.
Selanjutnya ia menanyakan gerangan mengapa bisa sampai terikat.
“saya
adalah seorang pedagang” kata orang itu mencoba menjawab “lalu saya dirampok
oleh pembegal (rampok di jalan) kemudian dibunuh, diikat, dan dibuang di
tempat ini. Alhamdulillah atas kuasa Allah Swt. saya masih bertahan hidup
meskipun terikat selama tujuh hari, dan atas izin Allah pula burung gagak itu
selalu membawakanku roti yang kemudian ia pecahkan di atas dadaku lalu
memasukkan ke mulutku dengan paruhnya”.
Mendengar cerita itu, Ibrahim
menyatakan imannya kepada Allah Swt. Ia akhirnya mengantarkan orang itu ke
tempat tinggal orang itu.
` Ibrahim pulang dengan perasaan
gembira penuh syukur atas masuk Islamnya dia. Ia menshodaqohkan harta
kekayaannya kepada kaum faqir. Tak tanggung-tanggung, ia juga memilih
mengenakan pakaian sederhana kala itu-yaitu pakaian dari bulu-dan meninggalkan
kemewahan dunia atas imannya kepada Allah swt.
WALLAHU
A’LAM...........
Wassalamualaikum.....
Sumber : kitab Ushfuriyah-karya Syaikh
Muhammad bin Abi Bakar Al-Masyhuri

0 komentar:
Post a Comment
Gunakan bahasa yang mudah dipahami. Dilarang mengirim link dalam bentuk apapun